Preloader

Nasehat dan Warisan Santa Angela Merici

Santa Angela mewariskan banyak ajaran yang tertuang dalam surat-surat dan wasiatnya, yang sampai saat ini dihidupi oleh para biarawati Ordo Santa Ursula dan karya pendidikan yang mereka selenggarakan.

Nasehat-Nasehat

Nasehat Pertama
  1. Maka pertama-tama puteri-puteri dan saudari-saudariku tercinta dalam Darah Yesus Kristus,
  2. saya mengingatkan anda, dengan bantuan Allah, usahakanlah bersikap rendah hati, dan yakinlah bahwa anda tak layak menjadi pembesar dan pemimpin;
  3. anggaplah dirimu pembantu dan hamba dan sadarilah bahwa kebutuhan anda untuk melayani puteri-puteri anda lebih besar daripada kebutuhan mereka untuk dibantu dan dibimbing oleh anda.
  4. Allah dengan mudah dapat menggunakan sarana lain yang lebih baik daripada anda tetapi karena belas kasihNya Dia telah memilih anda, demi kebaikan anda sendiri, agar anda
  5. layak menerima lebih banyak dari kebaikanNya yang berkelimpahan dan dengan demikian Dia mempunyai alasan untuk menganugerahi anda.
  6. Belajarlah dari Tuhan kita sendiri, yang ketika berada di dunia, hidup sebagai hamba yang taat kepada BapaNya yang abadi, bahkan sampai mati.
  7. Karena itu Dia berkata: “Ego fui in vobis non tamquam qui recumbit, set ut qui ministrat“, yang artinya: Saya berada di antara anda , tidak untuk dilayani tetapi untuk melayani.
  8. Demikian pula Santo Gregorius, meskipun dia Paus, namun dia menyebut dirinya hamba dari hamba-hamba Allah.
  9. Demikianlah dia melaksanakan tugas sebagai pembesar dan Paus, meskipun dalam hatinya dia menganggap dirinya lebih kecil daripada orang lain, dengan selalu menyadari kata-kata dalam Injil: “Qui maior est inter vos fiat sicut minor” (Yang terbesar di antara kalian hendaklah menjadi yang terkecil).
  10. Andapun hendaklah menjadi pembesar seperti itu, menyadari dan menilai diri anda lebih kecil daripada orang-orang lain.
  11. Apabila anda bersikap demikian , Allah akan meninggikan anda sesuai dengan kerendahan hati anda.
  12. Maka tidak sia-sialah, apabila hamba Allah yang sejati dan bijaksana merendahkan dirinya dan berusaha mengatasi segala keangkuhan atas segala keberhasilannya,
  13. karena ia mengharapkan dan menantikan dari Tuhan suatu pemenuhan yang sangat berlainan dan kehormatan serta kemuliaan yang lebih sejati.
  14. Dengan teguh ia percaya akan kata-kata Injil: “Qui se humiliat, exaltabitur” yang berarti, Dia yang merendahkan diri akan ditinggikan.
  1. Bersikaplah ramah dan berbelaskasih bila menghadapi puteri-puteri anda.
  2. Hendaknya anda terdorong hanya karena Cinta Allah dan demi keselamatan jiwa-jiwa bila memperingatkan mereka, menasehati mereka, mendorong mereka berbuat baik dan menjauhkan yang jahat.
  3. Dengan kelembutan dan keramahan anda akan lebih berhasil daripada dengan celaan
    ataupun kata-kata yang keras, 
  4. yang terakhir ini hanya digunakan bila benar-benar perlu, 
  5. pada saat dan tempat yang tepat dengan mempertimbangkan pribadi yang dihadapi.
  6. Cinta kasih, yang mengarahkan segalanya kepada kemuliaan Allah dan kebahagiaan jiwajiwa, tentu akan memberikan kebijaksanaan seperti ini, 
  7. cinta kasih itu pula yang mendorong hati bersikap lembut atau keras menurut saat dan tempat yang tepat dan ukuran yang serasi. 
  8. Bila menghadapi seseorang yang lemah takut dan mudah kecil hati, hiburlah dia, berikan kepadanya semangat hidup baru dan yakinkanlah dia akan belas kasih Allah, gembirakanlah dan hiburlah dia dengan berbagai cara.
  9. Sebaliknya bila menghadapi seseorang yang terlalu bebas, hati nuraninya lemah dan tak kenal takut, tanamkan kepadanya takwa, 
  10. ingatkan dia akan keadilan Ilahi, 
  11. dan betapa buruknya dosa, serta godaan yang mengepung kita, dan betapa kita harus selalu waspada, sebagaimana Alkitab mengatakan: “Beatus qui semper est pavidus”, yang berarti: Berbahagialah orang yang tak pernah tanpa takut.
  1. Tunduklah kepada para pemimpin yang menggantikan saya, karena itulah wajar.
  2. Apa yang anda lakukan, lakukanlah hal itu karena anda taat kepada mereka, supaya anda tidak mengikuti kemauan anda sendiri.
  3. Dengan taat pada mereka, anda taat pada saya; dengan taat pada saya, anda taat pada Yesus Kristus,
  4. yang dalam kebaikanNya memilih saya menjadi ibu dari Kompani ini, hidup atau mati meskipun saya sama sekali tak layak; 
  5. setelah memilih saya, Dia juga memberikan rahmatNya untuk membimbing Kompani ini menurut kehendakNya. 
  6. Andaikan pada suatu ketika karena alasan yang kuat anda tidak setuju dengan mereka, atau menentang pendapat mereka, maka berterus-teranglah, dengan berani dan penuh hormat. 
  7. Apabila mereka tidak mendengarkan anda, terimalah hal itu dengan sabar. 
  8. Sadarilah bahwa sudah wajar menyenangi seorang ibu bila ramah, dan memaklumi dia bila dia bersalah. 
  9. Usahakan jangan sekali-kali mengeluh tentang mereka di depan orang lain, apalagi di depan puteri-puteri anda. 
  10. Yang paling penting adalah hormati dan hargailah Pemimpinmu, dan ingatlah bahwa apabila Allah telah memerintahkan kita untuk menghargai ibu dan ayah kandung kita betapa besar hormat yang patut kita berikan kepada ibu-ibu rohani kita.
  11. Bertindaklah sedemikian sehingga mereka tetap dicintai dan dihargai, khususnya oleh puteri-puteri anda.
  12. Ingatlah, apabila mereka baik, anda tak layak memilikinya; apabila mereka kurang baik, anda sebenarnya layak mendapatkan yang lebih buruk. 
  13. Apabila pada mereka ada sesuatu yang membingungkan, tidak ada salahnya bila anda tanpa ragu-ragu, membicarakan hal ini dengan seorang yang baik, yang dapat dipercaya. 
  14. Namun sadarilah, bahwa apabila anda melihat keselamatan dan kehormatan puteri-puteri anda terancam, bagaimanapun juga janganlah anda menyetujui, membiarkan atau merasa ragu untuk bertindak. 
  15. Pada setiap kesempatan , bertindaklah berdasarkan nasehat yang baik dan pertimbangan yang matang.
  1. Perhatikanlah dan bersungguh-sungguhlah mengerti dan memahami tingkah laku puteriputeri anda. Hendaknya anda mengetahui seluk-beluk kebutuhan mereka baik yang rohani maupun yang jasmani. 
  2. Hendaknya anda mencukupi semuanya itu sebaik mungkin, sehingga anda tak mengganggu atau menyusahkan pembesar.
  3. Tetapi apabila anda tak dapat mencukupi mereka menghadaplah pada pembesar dan terangkan kebutuhan kawanan anda kepada mereka tanpa malu.
  4. Desaklah mereka bila mereka lamban mengurusinya, dalam hal ini, 
  5. pakailah nama saya dan bersikaplah tegas senantiasa. 
  6. Bila ada yang tersesat karena kesalahan atau kelalaian anda, Tuhan akan menuntut pertanggungan-jawabanmu pada hari terakhir. 
  7. Yakinlah, Dia tidak akan pernah lalai memenuhi kebutuhan anda, baik yang jasmani maupun yang rohani; asal tak ada kelalaian dari pihak anda. 
  8. Karena Allah telah mendirikan Kompani ini maka Diapun tak akan meninggalkannya 
  9. karena Alkitab mengatakan: “Numquam vidi iustrum derelictum, nec semen eius querens panem” yang artinya: Tak pernah akan melihat orang saleh terlantar, atau keturunannya terpaksa meminta-minta.
  1. Bila anda dapat meluangkan waktu , terutama pada hari besar, kunjungilah puteri-puteri dan saudari-saudari anda
  2. untuk menemui mereka, menengok mereka, menghibur mereka dan tabahkan hati mereka agar tetap teguh menghayati kehidupan yang telah mereka mulai. 
  3. Ajaklah mereka agar meletakkan harapan mereka pada sukacita dan harta surgawi, agar mereka mendambakan pesta abadi di surga, yang penuh berkat dan tidak ada habis-habisnya. 
  4. Hendaknya mereka dari sekarang menolak secara total semua cinta terhadap dunia yang berdosa dan menjerumuskan dimana tiada damai atau kepuasan yang sejati, 
  5. tapi hanya impian hampa, kepahitan dan segala macam kesusahan serta kebusukan. 
  6. Peringatkan mereka supaya berkelakuan baik di rumah, berakal budi sehat, bijaksana dan rendah hati
  7. dan bersikap sopan dan sederhana dalam segala hal. 
  8. Mereka makan dan minum bukan untuk memuaskan selera akan tetapi untuk menopang hidup dan dengan demikian mereka dapat melayani Allah dengan baik. 
  9. Hendaknya mereka tidur secukupnya, janganlah beristirahat lebih dari perlu. 
  10. Bila tertawa hendaknya mereka sopan 
  11. dan bila mendengarkan hendaknya mendengarkan hal-hal yang baik dan yang bermanfaat. 
  12. Bila berbicara, hendaknya kata-kata mereka bijaksana dan sopan, jangan sekali-kali keras atau kasar melainkan berbelaskasih dan membawa damai dan cintakasih. 
  13. Katakan bahwa saya ingin, mereka menjadi contoh yang baik, dimanapun juga, 
  14. sehingga mereka semarak karena kebajikan, 
  15. taat dan tunduk pada atasan, 
  16. dan berusaha menyebarkan damai dan keserasian. 
  17. Di atas segala-galanya hendaknya mereka rendah hati dan baik hati; 
  18. hendaknya seluruh tindak-tanduk mereka, kata maupun perbuatan ditandai oleh cinta kasih, dan hendaknya mereka menanggung segala-galanya dengan sabar. Dengan kedua kebajikan ini anda dapat menghancurkan kepala setan. 
  19. Bila anda mengunjungi mereka, sambutlah mereka, salamilah mereka atas nama saya, 
  20. katakanlah pada mereka supaya bersatu dan berbahagia bersama, bersatu hati, bersama-sama taat pada Regula, sebab disitulah terletak segala-galanya. 
  21. Hendaknya mereka memuliakan Yesus Kristus, kepada siapa mereka telah menyerahkan keperawanan dan seluruh jiwa raga mereka. 
  22. Hendaknya mereka meletakkan kepercayaan dan cinta mereka hanya kepada Allah dan tidak pada manusia. 
  23. Hiburlah mereka, doronglah mereka supaya tabah; 
  24. sampaikan kepada mereka kabar baik ini yang saya wartakan atas nama Yesus Kristus dan BundaNya: 
  25. sewajarnyalah mereka berbahagia dan bergembira, karena mahkota kemuliaan dan kebahagiaan kekal telah tersedia di surga bagi mereka masing-masing, 
  26. asal mereka tabah dalam tekad mereka, 
  27. dan berusaha melaksanakan Regula ini. 
  28. Mereka tak boleh ragu-ragu mengenai hal ini. 
  29. Meskipun sewaktu-waktu mereka menemui kesulitan dan kegelisahan, semua itu akan segera berlalu dan berubah menjadi kesenangan dan kegembiraan. 
  30. Penderitaan duniawi tak ada artinya dibandingkan dengan kebahagiaan surgawi. 
  31. Mereka juga harus benar-benar yakin bahwa mereka tak akan terlantar. Allah akan menghidupi mereka sebaik-baiknya.
  32. Mereka tak pernah boleh putus asa. 
  33. Berapa banyak bangsawan, ratu dan orang terkenal meskipun kaya dan berkuasa , tidak mendapatkan hiburan sejati dalam kesesakan mereka 
  34. sedangkan mereka yang kecil ini meskipun miskin, akan menemukan hiburan dan kekuatan.
  35. Katakanlah pada mereka sekarang saya lebih hidup daripada waktu mereka melihat saya; 
  36. sekarang saya melihat dan mengenal mereka dengan lebih baik, 
  37. saya lebih mampu dan mau membantu mereka. 
  38. Katakanlah bahwa saya senantiasa berada di antara mereka bersama Kekasihku (atau lebih tepat, Kekasih kita semua)
  39. asal saja mereka beriman dan tidak pernah putus asa. 
  40. Dengan demikian penuhilah hati mereka dengan janji-janji yang pasti ditepati terutama mereka yang anda lihat tertekan, ragu-ragu dan lemah. 
  41. Katakanlah bahwa mereka harus mempunyai keinginan untuk melihat saya, bukan di dunia ini, tetapi di surga, dimana Kekasih kita berada. 
  42. Mereka harus menggantungkan harapan mereka setinggi-tingginya dan tidak meletakkan harapan pada hal-hal yang duniawi. 
  43. Mereka memiliki Yesus Kristus sebagai satu-satunya harta, karena di surga akan ada cinta kasih, 
  44. yang tidak mungkin ditemukan di dunia ini, melainkan di atas pada tangan kanan Bapa, seperti dikatakan Rasul: “Si consurrexistis cum Christo, quae sursum sunt querite, quae sursum sunt sapite, et non quae super terram” yang artinya, “Jika anda telah bangkit dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, bukan yang duniawi”.
  1. Bagi anda hiduplah dalam sedemikian rupa hingga anda menjadi contoh bagi mereka; 
  2. apa yang anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu.
  3. Bagaimana anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri anda sendiri? 
  4. Bagaimana anda dapat mengajarkan dan menganjurkan suatu kebajikan kecuali kalau anda sendiri memiliki kebajikan itu, 
  5. atau setidak-tidaknya bersama-sama mereka mulai menjalankannya? 
  6. Maka berusahalah memimpin dan mendorong mereka dengan contoh anda sendiri sehingga mereka hidup baik. 
  7. Bagi anda sendiri, bertindaklah seperti mereka dalam hal-hal yang tulus dan saleh, yang selaras dan pantas bagimu terutama dalam tingkah laku, khususnya dengan kerap kali menerima Sakramen Pengampunan, Ekaristi Kudus, dan dharma bakti lain. 
  8. Memang pantas dan layak bahwa seorang ibu menjadi contoh dan cermin hidup bagi puteriputeri mereka, terutama dalam kesederhanaan, tingkah laku dan sopan-santun.
  1. Sadarilah bahwa anda sebaiknya membela dan melindungi kawanan anda dari serigala dan pencuri yaitu dari dua macam orang berbahaya, dari tipuan orang yang berjiwa duniawi dan rohaniwan palsu, dari orang yang murtad. 
  2. Pertama mengenai hubungan dengan dunia; hendaknya mereka waspada terhadap keakraban dengan lelaki muda bahkan terhadap lelaki lainnya, bagaimanapun rohaniah sikap mereka, 
  3. karena keakraban rohaniah yang terlalu besar, hampir selalu menjurus kepada keakraban badaniah. 
  4. Sejauh mungkin, jangan biarkan mereka berhubungan dengan wanita yang menganggur, yang tak mempunyai keinginan untuk hidup suci, 
  5. dan lebih menyukai gosip yang tak berguna dan kesenangan duniawi. 
  6. Jagalah supaya tidak ada bapa pengakuan atau rohaniwan lainnya yang membelokkan mereka dari niat baik mereka, 
  7. atau dari berpuasa 
  8. ataupun dari tekad mereka untuk mempertahankan keperawanan, 
  9. atau dari penghargaan mereka terhadap Regula, yang diberikan oleh Allah, 
  10. atau dari hal-hal yang baik lainnya.
  11. Setiap orang dengan dalih memberikan nasehat baik, mengalihkan pikiran dari gadis-gadis itu dari niat dan maksud yang baik mereka. 
  12. Sekarang, mengenai melindungi mereka terhadap pendapat-pendapat orang murtad yang merugikan: bila anda  mendengar bahwa seorang pengkotbah atau orang lain, yang diketahui menyebarkan pelajaran murtad 
  13. atau pendapat-pendapat baru di luar kebiasaan Gereja 
  14. dan berlawanan dengan apa yang telah anda terima dari kami, 
  15. maka dengan bijaksana cegahlah puteri-puteri anda mendengarkan orang-orang seperti itu. 
  16. Sebab sering terjadi orang-orang itu menanamkan benih-benih buruk dalam hati mereka yang sesudahnya tak dapat dicabut kecuali dengan susah payah. 
  17. Karena itu anda sendiri jangan terlalu akrab dengan orang-orang seperti itu. 
  18. Hindarilah mereka.
  19. Hargai setiap orang,
  20. tetapi bertindaklah bijaksana demi kebaikan anda sendiri; 
  21. karena lebih baik mengikuti yang pasti tanpa resiko daripada mengikuti yang serba meragukan dan membahayakan anda. 
  22. Pertahankanlah cara-cara tradisionil dan kebiasaan-kebiasaan Gereja yang telah ditetapkan dan dibuktikan oleh orang-orang kudus di bawah bimbingan Roh Kudus. Bagi anda, tempuhlah hidup baru. 
  23. Tinggalkan berbagai pendapat yang terdengar sekarang ini, atau yang masih akan terdengar karena hal-hal itu bukan urusan anda. 
  24. Tetapi berdoalah, dan usahakan supaya supaya orang lain berdoa, supaya Allah tidak meninggalkan GerejaNya, tetapi sudi memperbaikinya dengan cara yang berkenan kepadaNya 
  25. dan yang Dia tahu baik untuk kita 
  26. serta kehormatan dan kemuliaanNya. 
  27. Karena dalam zaman yang berbahaya dan membinasakan ini, anda tak akan menemukan perlindungan lain kecuali di kaki Yesus Kristus, 
  28. dan apabila Ia mengarahkan dan mengajarkan anda, anda akan dibimbing dengan baik karena Nabi berkata: “Beatus quem tu erudieris Domine“, yaitu: Berbahagialah orang yang dibimbing olehmu, ya Tuhan. 
  29. Serahkanlah dirimu dengan rendah hati dalam perlindungan tanganNya yang kuat, dan berserulah bersama Nabi: “Illumina oculos meos, ne unquam obdormiam in morte” maka anda akan diterangi.
  1. Cintailah semua putri anda tanpa pilih kasih 
  2. karena mereka semuanya anak Allah dan anda tidak tahu apa yang Dia rencanakan bagi mereka semua. 
  3. Bagaimana anda tahu bahwa mereka, yang bagi anda tidak berharga dan tidak menarik justru merekalah yang sangat berbesar hati dan sangat berkenan bagi Yang Maha Agung?
  4. Siapa bisa menilai hati dan jiwa sesama manusia? 
  5. Sambutlah mereka semua tanpa pilih kasih karena anda tidak berhak menilai hamba Allah. Dialah yang tahu dengan tepat apa yang Dia inginkan dari mereka. 
  6. Dia (menurut Alkitab) mampu membangkitkan anak dari batu untuk hidup abadi.
  7. Jalankan tugasmu, tegurlah mereka dengan cinta dan kasih sayang, apabila mereka membuat
    kesalahan karena kelemahan,
  8. dan janganlah berhenti memelihara pohon anggur yang telah dipercayakan kepadamu. 
  9. Setelah itu serahkanlah selebihnya dalam tangan Tuhan supaya Dia berbuat mujizatNya pada saat terbaik menurut Dia. 
  1. Kata-kata terakhir yang kusampaikan kepadamu dan kuanjurkan dengan segenap jiwaku ialah: Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, 
  2. terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus. 
  3. Bila anda benar berusaha menghayati hidup seperti ini tak ragu lagi Allah Tuhan kita tinggal di tengah-tengah anda. 
  4. Anda akan menikmati anugerah Bunda Maria, 
  5. para rasul, 
  6. orang-orang Kudus, 
  7. dan malaikat-malaikat, 
  8. pendeknya seluruh surga dan jagad raya. 
  9. Allah telah mengatur segala-galanya sejak semula sedemikian rupa hingga yang bersatu dalam namaNya untuk berbuat baik, akan sejahtera dalam segala hal dan usaha mereka akan selalu berhasil karena Allah sendiri dan seluruh  ciptaanNya memihak mereka. 
  10. Lihatlah betapa pentingnya persatuan dan keserasian; 
  11. maka dambakanlah, 
  12. carilah, 
  13. peluklah, 
  14. pertahankanlah hal itu sekuat tenaga; 
  15. karena saya berkata kepadamu, jika anda semua hidup bersatu hati anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan 
  16. melawan segala kejahatan, 
  17. serangan,
  18. dan kelicikan setan. 
  19. Lebih daripada itu saya menjamin setiap permohonan anda pada Allah pasti dipenuhi 
  20. dan saya sendiri berada di antara anda untuk menyampaikan doamu.
  21. Doronglah puteri-puteri anda untuk melanjutkan dengan yakin tugas yang telah mereka mulai,
  22. hendaknya mereka berbahagia bersama, karena apa yang telah saya katakan kepada anda niscaya akan terjadi. 
  23. Di atas semua ini, Kekasih saya (atau Kekasih kita semua) akan memberikan kepada anda rahmat yang besar pada sakratul maut
  24. karena seorang sahabat sejati akan hadir pada saat yang paling kita butuhkan. 
  25. Percayalah, bahwa pada ketika itu, khususnya anda akan melihat saya sebagai sahabat yang setia. 
  26. Sekarang waktunya saya meninggalkan anda. Jangan bersedih hati, pertahankanlah iman dan harapan. 
  27. Sebelumnya saya ingin anda diberkati: Atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus Amin.
Warisan
Prakata Warisan
  1. Suster Angela, hamba Yesus Kristus yang hina, 
  2. kepada Countess Ibu Lucresia, Pembesar Umum Kompani Santa Ursula, dan kepada para Ibu Pembesar dan para Ibu, dan para wanita bangsawan, Ibu Genepra di Luciagi, Ibu Maria di Avogadri, Ibu Veronica di Bucci, Ibu Orsolina di Gavardi, Ibu Giovanna di Monti, Ibu
    Isabetta da Prato, Ibu Lionella di Pedeciocchi, Ibu Catarina di Mei. 
  3. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberikan berkatNya yang abadi kepada anda atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. 
  4. Saudari-saudariku yang tercinta, ibu-ibu yang terhormat dalam darah Yesus Kristus, telah menjadi kehendak Allah 
  5. dalam rencanaNya yang kekal, untuk memanggil banyak orang dari kesia-siaan dunia, terutama banyak perawan, dan mereka ini sekarang membentuk Kompani kita. 
  6. Dalam kebaikanNya yang tak terhingga, Ia berkenan memilih saya untuk karya yang besar ini, 
  7. meskipun saya merupakan hamba yang tak mampu dan tak berguna, 
  8. demikian juga , karena kebaikanNya, Ia telah memberikan kepada saya rahmat dan kemampuan, sehingga saya sanggup memimpin para perawan menurut kehendakNya. 
  9. dan memenuhi kebutuhan mereka terutama yang menyangkut pembentukan dan ketabahan mereka dalam jalan kehidupan yang menjadi panggilan mereka. 
  10. Di antara sarana-sarana yang baik dan mutlak perlu yang disediakan Allah bagi saya andalah yang terpenting: 
  11. anda dianggap pantas menjadi ibu-ibu yang sejati dan penuh kasih sayang dari keluarga yang agung ini, 
  12. yang telah diserahkan kepada anda 
  13. supaya anda menjaganya sama seperti puteri-puteri yang lahir dari anda sendiri, bahkan lebih dari itu. 
  14. Sekarang untuk sejenak saja saya ingin supaya anda memperhatikan rahmat yang besar serta kebahagiaan yang menjadi milik anda, 
  15. karena Allah telah memilih anda sebagai ibu dari begitu banyak perawan
  16. dan telah menyerahkan mempelaiNya ke dalam tangan anda dan mempercayakan mereka dalam bimbingan anda. 
  17. Betapa besarnya terima kasih yang harus anda ucapkan kepadaNya, 
  18. dan anda juga harus berdoa, 
  19. karena Dialah yang ingin meletakkan anda sebagai kepala kawanan yang seagung ini, 
  20. supaya Dia juga akan memberikan kepada anda kebijaksanaan dan kemampuan untuk menjalankan pekerjaan ini dengan cara yang berkenan kepadaNya
  21. dengan mengarahkan seluruh perhatian dan kekuatan anda untuk memenuhi tugas anda. 
  22. Maka anda harus memiliki suatu tekad yang teguh dan tak tergoncangkan untuk menyerah sebulat-bulatnya kepada kehendakNya 
  23. dan dengan iman yang hidup serta mantap, belajarlah daripadaNya apa yang harus anda lakukan demi cinta kasihNya. 
  24. Dengan demikian apapun yang terjadi, anda harus mempertahankan tekad ini sampai akhir. 
  25. Di atas segala-galanya, saya mohon dan mendesak atas nama kesengsaraan dan Darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk kita
  26. hendaknya anda menjalankan anjuran-anjuran yang sedikit ini dengan seksama, 
  27. sebagaimana anda dapat lihat, anjuran-anjuran itu telah diuraikan, dengan rahmat Allah secara berurutan di bawah ini. 
  28. Sekarang, pada saat saya akan meninggalkan hidup ini, 
  29. saya meninggalkan anda sebagai ahli warisku, 
  30. pesan-pesan ini merupakan warisan bagimu; sebagai kerinduan yang amat dalam, saya tinggalkan warisan ini untuk dijalankan dengan penuh kesetiaan.
  1. Pertama-tama Ibu-ibu dan saudari-saudariku tercinta dalam Yesus Kristus, 
  2. usahakanlah dengan bantuan Allah untuk memperoleh sikap batin 
  3. yang menggerakkan anda untuk memelihara dan memimpin Serikat ini hanya karena cinta kepadaNya dan perhatian akan keselamatan jiwa-jiwa. 
  4. Dengan demikian setiap karya dan tindakan anda sebagai pembesar karena berakar dalam cinta kasih ganda ini, niscaya akan menghasilkan buah yang baik dan terpuji.
  5. Karena seperti dikatakan Penyelamat kita: “Bona arbor non potest malos fructus facere” Pohon baik, kataNya adalah yang hati dan semangat yang dijiwai oleh cinta kasih tak bisa lain daripada melakukan pekerjaan yang baik dan luhur. 
  6. Begitupun Santo Agustinus mengatakan: “Ama, et fac quod vis” 
  7. yang maksudnya sama dengan mengatakan secara jelas bahwa cinta sejati tak akan berbuat dosa.
  1. Kemudian saya mohon kepada anda supaya memperhatikan puteri-puteri anda, dengan mengenangkan mereka masing-masing sedalam-dalamnya di hati dan pikiran anda 
  2. bukan hanya nama mereka, 
  3. melainkan latar belakang dan kepribadian mereka, dan setiap hal mengenai mereka. 
  4. Ini tidak sukar apabila anda meliputi mereka dengan cinta yang sejati. 
  5. Perhatikanlah bahwa seorang ibu meskipun mempunyai seribu anak masih sanggup memberikan tempat bagi setiap anak dalam hatinya 
  6. karena demikianlah kerjanya cinta sejati. 
  7. Bahkan tampaknya semakin meningkat jumlah anaknya, semakin besar pula cinta dan perhatian terhadap mereka masing-masing. 
  8. Apalagi ibu-ibu rohani selayaknya bertindak demikian, 
  9. karena cinta rohani memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada cinta manusiawi. 
  10. Karena itu ibu-ibu tercinta jika anda mencintai mereka dengan cinta yang berkobar dan membara 
  11. tak sulit lagi untuk mengenangkan mereka dalam hati dan pikiran anda.
  1. Ketiga: Saya mohon kepada anda usahakanlah membimbing mereka dengan kasih sayang dan kehalusan serta kebaikan. 
  2. Jangan menguasai ataupun memperlakukan mereka secara kasar. 
  3. Usahakanlah selalu supaya bersikap lembut. 
  4. Perhatikanlah kata-kata Yesus Kristus: “Discite a me, quia mitis sum, et humilis corde” Belajarlah dari padaKu karena Aku lembut dan rendah hati.
  5. Tentang Allah kita baca: “Disposuit omnia suaviter” yaitu: Dia mengatur dan memimpin semua hal dengan halus. 
  6. Yesus Kristus juga berkata: ” Jugum meum suave et onus meum leve” berarti: Kuk yang kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan. 
  7. Begitulah seharusnya anda bertindak, selembut mungkin. 
  8. Di atas segalanya itu hati-hatilah supaya tidak menggunakan kekerasan, 
  9. karena Allah telah memberikan kehendak bebas kepada semua orang 
  10. dan tidak memaksa siapapun, 
  11. Ia hanya menunjukkan, mengundang, dan memberi nasehat 
  12. seperti yang Ia lakukan melalui kata-kata Yohanes: “Suadeo tibi emere coronam immarcescibilem“; artinya “Saya menasehati engkau untuk membeli mahkota yang tidak bisa layu”. Ia berkata, Saya menasehati engkau, bukan “Saya memaksa engkau”. 
  13. Akan tetapi, saya tidak mengatakan bahwa kadang-kadang anda tidak bersikap tegas, bahkan bersikap ketat dalam beberapa hal. 
  14. pada tempat dan saatnya, itu semua tergantung pada pentingnya masalah, keadaan, dan kebutuhan pribadi yang bersangkutan. 
  15. dalam hal itupun seharusnya kita hanya digerakkan oleh kasih sayang dan cinta akan sesama.
  1. Keempat: berhasratlah dan berusahalah senantiasa agar puteri-puteri anda menghias diri dengan berbagai keutamaan 
  2. dan kebiasaan-kebiasaan luhur sedemikian 
  3. sehingga mereka semakin berkenan kepada Yesus Kristus, mempelai mereka. 
  4. Terutama sekali jagalah dan perhatikanlah supaya mereka hidup suci dan murni, 
  5. dan dalam setiap perbuatan dan tindak-tanduk mereka berlaku sederhana dan bijaksana 
  6. dan melakukan segalanya dengan kesabaran dan cinta kasih. 
  7. Betapa besarnya usaha ibu-ibu di dunia untuk menghiasi dan memperindah puteri-puteri mereka dengan berbagai cara supaya mereka berkenan kepada suami mereka. 
  8. Semakin besar dan terkenal suami-suami itu semakin giatlah usaha mereka untuk menjamin
    supaya puteri-puteri mereka berkenan kepada suami-suaminya. 
  9. Mereka puas menjadi ibu dari putri yang membahagiakan suaminya 
  10. karena mereka mengharapkan akan memperoleh kasih sayang dari menantu mereka melalui putri mereka. 
  11. Karena itu, lebih besar lagi seharusnya usaha anda untuk berbuat seperti itu bagi puteriputeri rohani anda. 
  12. Mereka adalah kekasih bukan dari suami duniawi yang fana dan akhirnya membusuk 
  13. tetapi mereka itu kekasih Putera Allah. 
  14. Betapa indah dan luhurnya kegembiraan dan kebanggaan anda menjadi pembesar dan ibu dari mempelai Raja dan Tuan segala tuan 
  15. dan dalam arti kata tertentu menjadi ibu mertua dari Putera Allah; 
  16. melalui puteri-puteri anda, anda akan memperoleh rahmat dan cinta kasih dari Yang Maha Tinggi. 
  17. Berbahagialah anda apabila dapat mengakui dan menghargai panggilan anda yang baru dan khusus ini.
  1. Kelima: saya menganjurkan bila setelah mengingatkan dan menasehati seorang puteri anda mengenai kesalahan yang perlu diperhatikan, tiga, atau paling banyak empat kali, 
  2. dan anda melihat bahwa ia tak bermaksud untuk berubah, 
  3. biarkanlah dia sendiri, 
  4. janganlah mendatangkan lagi pemimpin atau orang lain kepadanya. 
  5. Mungkin, bila dia melihat dirinya dibiarkan dan dikucilkan, dia tergerak, untuk menyesali kesalahannya 
  6. dan akan mempunyai keinginan yang lebih besar untuk tinggal 
  7. dan tetap menjadi menjadi anggota Kompani. 
  8. Karena itulah Allah mengusir Adam dari Firdaus supaya dengan lebih menyadari dosanya ia dapat menyesal. 
  9. Bilamana yang bersalah itu ingin kembali dan benar-benar menyesal, dia harus diterima
  10. tetapi dengan pengertian, bahwa dia minta maaf dari anda semua dan juga dari pemimpin. 
  11. Sebagai silih dosa ia harus berpuasa selama satu hari Jumat dan hanya makan roti dan air.
  1. Keenam: Waspadalah bila anda melihat seseorang yang sangat sukar melepaskan mode atau hal-hal yang dangkal dan tak terlalu perlu, 
  2. jangan terlalu mengharapkan bahwa orang seperti itu akan bertahan dalam menjalankan Regula. Karena jika seseorang tidak rela melakukan hal-hal yang kecil, ia juga tak akan melakukan hal-hal yang besar. 
  3. Namun perlulah, dalam hal ini tertindak bijaksana, karena bisa saja terjadi bahwa seseorang mencurahkan semua kesenangannya kepada sesuatu yang remeh dan sekali ia berhasil menguasai dirinya dalam hal ini ia tidak akan mengalami terlalu banyak kesulitan melakukan yang sama dalam hal yang lain.
  1. Ketujuh: Hendaknya anda semua bertemu bersama-sama dengan para pemimpin, dua kali sebulan atau sekurang-kurangnya satu kali sebulan 
  2. dan hendaknya anda bertukar pikiran 
  3. dan meneliti dengan seksama hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan Kompani 
  4. terutama apa yang harus dilaporkan oleh para pemimpin mengenai tingkah laku puteri-puteri anda yang tercinta, 
  5. dan mengenai kebutuhan-kebutuhan rohani 
  6. dan jasmani mereka. 
  7. Bersiaplah untuk segala hal menurut ilham Roh Kudus.
  1. Kedelapan: Kumpulkanlah juga puteri-puteri anda sewaktu-waktu di tempat yang anda anggap terbaik dan termudah.
  2. Biarkanlah mereka mendengar khotbah atau ceramah singkat (bila anda dapat menemukan orang yang cocok untuk itu).
  3. Dengan demikian mereka dapat bertemu satu sama lain sebagaimana pantas bagi saudari-saudari yang saling mencinta, 
  4. sambil membicarakan hal-hal yang rohani , mereka bergembira bersama 
  5. dan saling meneguhkan, 
  6. hal ini akan sangat bermanfaat. 
  1. Kesembilan: Ingatlah, bahwa bila tidak berguna dan tidak layak bagi kompani ini untuk memperoleh suatu pendapatan maka Allah tidak akan menyediakannya dari semula. 
  2. Akan tetapi saya peringatkan anda untuk bersikap bijaksana dalam hal ini 
  3. dan untuk bertindak sebagai ibu yang baik dan bijaksana, 
  4. gunakanlah pendapatan yang ada demi kesejahteraan dan perkembangan Kompani dengan kebijaksanaan dan cinta kasih seorang ibu. 
  5. Saya tidak setuju bila anda mencari nasehat mengenai hal ini di luar; 
  6. putuskanlah di antara anda sendiri, 
  7. turutilah apa yang diilhamkan dan dianjurkan oleh cinta kasih dan Roh Kudus, 
  8. arahkanlah semuanya pada kesejahteraan dan perkembangan rohani puteri-puteri anda yang tercinta, 
  9. untuk mendorong dan menggerakkan mereka yang sudah di dalam (Kompani) kepada cinta kasih dan tanggungjawab yang lebih besar 
  10. dan dengan demikian menarik orang lain kepada Kompani. 
  11. Sebab inilah tujuan utama yang berkenan kepada Allah mengenai pemberian amal dan kasih sehingga mereka dijauhkan dari yang jahat dan dosa 
  12. dan diarahkan kepada kebajikan dan kebiasaan-kebiasaan yang baik, 
  13. atau sekurang-kurangnya diarahkan kepada kemajuan rohani yang lebih besar. 
  14. Sesungguhnya dengan cara inilah orang-orang akan tertarik dan berkewajiban dan terdorong untuk berbuat apa yang kita inginkan. 
  15. Seperti misalnya setelah seorang gadis muda setuju untuk menerima hadiah dari seorang yang belum dikenalnya; ia akan terikat untuk menjalankan kehendak orang itu 
  16. dan sukar menolak;
  17. demikian pula derma dengan cara yang hampir sama mempengaruhi seseorang untuk berbuat baik; dan dengan demikian mereka terikat untuk selalu berbuat baik. 
  18. Pergunakanlah cara-cara ini dan anda tidak akan keliru.
  1. Kesepuluh: Saya mohon dengan segenap hati, waspadalah dan berjagalah seperti gembalagembala yang siap sedia menjaga kawanannya, 
  2. yang dipercayakan ke dalam tangan anda, 
  3. jangan sampai benih-benih perselisihan atau sesuatu yang bisa menjadi buah bibir tumbuh di antara mereka, 
  4. dan khususnya jagalah jangan sampai mereka menodai diri dengan pendapat-pendapat yang menyesatkan dan menyimpang dari ajaran Gereja dalam zaman yang penuh kesulitan ini. 
  5. Ingatlah bahwa setan tak pernah tidur tetapi merencanakan kehancuran kita dengan seribu cara. 
  6. Karena itu bersiap siagalah selalu 
  7. dan usahakan secara khusus supaya terdapat persatuan dan keserasian dalam tujuan, seperti yang dapat kita baca mengenai para Rasul dan orang-orang Kristen dalam Gereja perdana: “Erat autem corum cor unum“, berarti: Mereka semua sehati sejiwa. 
  8. Hiduplah seperti ini, dengan semua puteri anda 
  9. karena semakin bersatu anda semakin Yesus Kristus akan berada di antara anda sebagai Bapa dan sebagai Gembala yang baik. 
  10. Tidak akan ada tanda lain bahwa anda diberkati Allah daripada cinta kasih dan persatuan yang ada di antara anda, 
  11. karena Dia sendiri berkata: “In hoc cognoscet mundus quod eritis mei discipuli, si diligeretis invicem“; artinya Dengan ini dunia akan tahu bahwa engkau adalah milikKu bila bersamasama anda saling mencinta. 
  12. Lihatlah betapa cinta kasih dan keserasian menjadi tanda yang pasti bahwa seseorang berada di jalan yang benar dan berkenan kepada Allah. 
  13. Karena itu, saudari-saudari dan ibu-ibu, waspadalah akan hal ini karena dengan memakai kedok kebaikan setan akan menyiapkan jebakan untuk anda. 
  14. Jadi, begitu anda merasa akan adanya gejala-gejala perselisihan yang sekecil-kecilnya, perbaikilah dengan segera menurut terang yang diberikan Allah kepada anda. 
  15. Jangan sampai benih-benih perselisihan dibiarkan tumbuh dalam Kompani ini
  16. karena hal ini menjadi batu sandungan dalam kota dan sekitarnya. 
  17. Karena di mana ada pertentangan kehendak di situ ada perselisihan; 
  18. di mana ada perselisihan di situ ada kehancuran. Seperti disabdakan oleh Penyelamat kita: “Omne regnum in seipsum divisum desolabitur” yaitu, setiap pemerintahan yang menjadi mangsa perselisihan segera akan hancur.
  1. Akhir kata: Usahakanlah sebaik-baiknya supaya petunjuk yang diberikan kepadamu khususnya di dalam Regula selalu dipatuhi dengan sungguh-sungguh. 
  2. Jika karena perubahan jaman dan keadaan perlu untuk membuat peraturan baru atau untuk merubah sesuatu, lakukanlah hal itu dengan kebijaksanaan setelah mendengar nasehat yang baik. 
  3. Langkah anda pertama senantiasa harus kembali ke Yesus Kristus 
  4. untuk berdoa dengan sungguh-sungguh bersama dengan semua puteri anda. 
  5. Dengan cara ini, niscaya Yesus Kristus akan berada di tengah-tengah anda sebagai Tuhan yang sejati dan baik, Dia akan memberi terang kepada anda dan mengajarkan anda apa yang harus anda perbuat. 
  6. Yakinlah bahwa Regula ini telah ditanam langsung oleh tanganNya yang suci dan 
  7. bahwa Dia tidak akan meninggalkan Kompani ini sampai akhir jaman. 
  8. Jika Dialah pertama menanamnya, siapakah yang dapat mencabutnya? 
  9. Percayalah akan hal ini: 
  10. jangan ragu-ragu 
  11. tetapi milikilah iman yang teguh bahwa demikianlah adanya . 
  12. Saya tahu apa yang saya bicarakan. 
  13. Berbahagialah mereka yang dengan sungguh-sungguh menjalankan tugas ini. 
  14. ika anda menjalankan semua ini sesuai dengan petunjuk Roh Kudus menurut jaman dan keadaan, berbahagialah anda dan majulah dengan yakin. 
  15. Lihatlah anugerah yang besar menantikan anda, 
  16. di mana anak-anak berada di situ pula ibu berada. 
  17. Yakinlah dan janganlah ragu-ragu; saya harap akan melihat anda bersamaku pada suatu
    ketika di surga,

contact info

© 2025 Kampus Ursulin Theodorus Kotamobagu –All Rights Reserved